Whatsapp : 0897 04100 89 hello@lunariastudio.com

Hai Sahabat Agensi,

Pernahkah kalian merasa ragu dan kuatir akan penolakan dari leads, karena terlalu agresif? Tentu hampir semua pelaku bisnis (terutama divisi sales dan marketing) pernah merasakannya ya. Serba salah juga sih, kalau promosinya terlalu gencar nanti dibilang agresif, tapi kalau tidak gencar nanti leads (atau prospek) nya “kabur”. Harusnya bagaimana dong?

Nah kali ini kami akan membagikan 3 Tips Mendekati Calon Customer tanpa Terkesan Agresif:

Asertif vs Agresif

Pertama-tama perlu kita ketahui dulu apa bedanya Asertif dan Agresif. Dalam hal ini yang direkomendasikan untuk mendekati calon customer adalah sikap Asertif, dan bukan Agresif.

Asertif (KBBI): Suatu kemampuan untuk mengkomunikasikan apa yang diinginkan dan dipikirkan kepada orang lain namun tetap menjaga dan menghargai perasaan pihak lain.

Agresif (KBBI): bersifat atau bernafsu menyerang.

3 Tips Mendekati Calon Customer tanpa Terkesan Agresif:

1. Berikan penawaran sederhana

Agresif itu bukan masalah tekanan suara, tapi kalimatnya. Suara yang halus pun bisa terkesan agresif dan mengintimidasi, apabila tidak diutarakan dengan tepat. Contoh kalimat nih, ceritanya sedang menjual diaper bayi. 2 jenis pertanyaan yang bisa terlontar adalah sebagai berikut:

  1. “Apa di rumah sedang ada batita?”
  2. “Kami menjual diaper ini sangat ideal untuk bayi usia di bawah 2 tahun, apa anda atau sanak saudaranya ada yang punya batita? Ada orang tuanya yang butuh diaper ini dan bisa dikontak?”

Kalimat yang B memang terkesan lebih efisien dan jelas, tapi sebenarnya kalimat tersebut lebih bersifat agresif dan mengintimidasi.

Saat kalian sedang memberikan penawaran, berikanlah pertanyaan yang sederhana. Semakin sederhana pertanyaan kalian, rintangan dan kadar penolakannya juga semakin kecil. Kalau prospek tanya “memangnya kenapa ya?” maka kalian punya kesempatan untuk menjelaskan produk dan jasa yang kalian tawarkan.

2. Bersiap Menerima Apapun Jawaban dari Leads

Saat memberikan penawaran, respon dan jawaban dari prospek bisa bermacam-macam, kadang jawabannya netral tapi kadang juga bisa menyakitkan hati. Pertama-tama, jangan dimasukkan ke dalam hati. Kedua, jangan memasang ekspektasi tinggi bakal langsung ditanggapi dengan baik.

Posisikan dirimu pada posisi prospek. Jangan bertanya hal yang terlalu dalam dan menyinggung privasinya. Komunikasi yang asertif adalah tau menempatkan diri, tau timing yang pas dan topik yang pas.

Kalau prospeknya nampak susah didekati, coba berikan trial ataupun demo terlebih dahulu. Baru setelah mereka merasakan manfaat; kita bisa bertanya lebih lanjut.

3. Follow Up pada Waktu yang Tepat

Kalau prospek nampak tidak berminat / tidak siap untuk melakukan transaksi pada saat itu, kita bisa meminta data dan bertanya apakah boleh menghubungi kalau ada promosi atau tidak. Saat follow up, akan lebih baik kalau kita coba menghubungi lewat social messenger seperti WhatsApp terlebih dahulu sebelum menelpon prospek.

Tapi memulai pembicaraan jangan dengan menggunakan broadcast message ya.

Bermodalkan dengan penawaran yang tidak bisa mereka tolak, kita bisa mulai topik dengan:

“Selamat pagi/siang kak, saya dari xxx, staff xx yang kita bertemu di mall xx. Saya mau menawarkan produk xx yang sedang diskon 40% untuk member baru. Apakah boleh kalau saya telpon untuk bicara lebih lanjut?”

Tentunya pendekatan yang lebih pribadi akan lebih dihargai 🙂 DAN JANGAN LUPA untuk memperhatikan jam nya ya. Sebaiknya hanya kontak di jam-jam yang normal saja seperti jam 9 pagi sampai jam 5 sore.

Ingat, prospek menolak bukan berarti produk / jasa kita tidak diminati, tapi mungkin saja karena dananya belum siap. Jadi jangan cepat menyerah ya 😀

————————————————————————————————————————-

Apakah kalian memiliki bisnis di Instagram? Lunaria Studio ingin membantu sahabat agensi yang ingin memaksimalkan kliennya mencari target ideal, dan membuat konten yang sesuai target market di Instagram dengan 3 cara:

  1. Belajar menerapkan ilmu memperoleh followers organik lewat BUKU Instagramarketing. Buku Instagramarketing adalah buku yang ditulis oleh tim Lunaria sebagai manual book untuk mengembangkan sebuah akun Instagram. Mau lihat testimoninya? Silahkan cek di www.instagramarketing.id
  2. Belajar langsung dengan mengikuti KELAS OFFLINE Instagram organik. Di kelas ini sahabat akan belajar mengenai cara mendapatkan follower organik dan penjualan di Instagram dengan cara organik tanpa mengeluarkan modal uang sedikit pun. Cek info dan testimonial orang yang sudah mengikuti di www.instagramarketing.id/kelas
  3. Cara terakhir ini mungkin merupakan cara yang termudah untuk sahabat yang ingin hasil akhir yang baik. Yaitu dengan menggunakan jasa pengelolaan Instagram oleh Lunaria Studio yang dapat sahabat lihat di https://lunariastudio.com/services/

Pin It on Pinterest

Bagikan Artikel

Bagikan artikel ini dengan temanmu!