Whatsapp : 0897 04100 89 hello@lunariastudio.com

Untuk merayakan 1 miliar user Instagram, pada bulan Juni 2018 ini Instagram merilis fitur baru di aplikasinya; yang dinamakan IGTV. Tentu banyak yang masih bingung dan ngga familiar dengan fitur baru Instagram ini. Maka dari itulah kali ini yuk kita coba kita “kenalan” dengan IGTV ini 😀

Apa itu IGTV?

Dari namanya sendiri seharusnya udah jelas ya, ini adalah Instagram TV, TV untuk pengguna Instagram. Fitur IGTV ini menempel pada app Instagram, dan tidak perlu install aplikasi tambahan. Konsepnya mirip dengan YouTube, user IG dapat membuat channel sendiri, dan upload video berdurasi 15 detik hingga 10 menit.

Wah, seru banget ya! Jadi sekarang video tidak dibatasi dalam durasi 60 detik saja (seperti di Instagram Post) atau 10 detik (seperti di Instagram Stories). Saya membayangkan fitur IGTV ini akan sangat berguna bagi para public figure, influencers, atau bahkan online sellers yang mau memberikan konten “jualan” mereka dalam bentuk video.

Sebelum kita mempelajari lebih lanjut tentang perbedaan IGTV dan YouTube, ada baiknya kita melihat dulu cara membuat channel IGTV.

Untuk saat ini tombol fitur IGV berada di kanan atas, sebelah tombol DM (Direct Messages)

Agak berbeda dengan YouTube, saat IGTV dibuka maka akan langsung ada video random (video dari Instagram accounts yang kita follow) dan langsung playing. Hmmm menurut saya hal ini agak berbahaya bagi kuota internet sahabat, karena pasti menyedot kuota yang lumayan. Kalau di YouTube, kita bisa memilih-milih dulu video mana yang akan kita tonton; tanpa ada auto-playing mode. Kalau kita scroll ke kanan, kita bisa melihat video-video terbaru lainnya. Dan kalau kita klik channel salah satu user, maka kita bisa menonton video-video lain yang sudah diupload oleh content creator ini.

Cara membuat channel cukup mudah. Tinggal klik tombol gerigi pada bagian kanan dan “create channel”. Deskripsi yang tertera pada channel sahabat itu menyesuaikan dengan bio yang sudah ada di Instagram account masing-masing.

Klik next-next-next, and you’re ready to make your own channel!

1. Format video

Kalau YouTube memiliki format video horizontal, format IGTV ini adalah vertical dengan ratio 9:16. Menurutku masing-masing format memiliki plus minus masing-masing. Kalau formatnya horizontal, kita butuh untuk menata environment yang ada di sekeliling figur / pembicara, namun kita bisa menyelipkan informasi yang lebih banyak (karena space lebih banyak). Kita juga bisa mengubah video menjadi vertical dengan konsekuensi akan ada area hitam di kanan kiri video tersebut.

Kalau video vertical, kita tidak perlu mengatur environment di sekeliling. Penonton juga akan lebih terpaku pada figur / pembicaranya dan bisa lebih berkonsentrasi saat menonton video tersebut.

2. Durasi Video

YouTube tidak membatasi durasi video yang diupload di channel content creator, sedangkan di IGTV (untuk saat ini) videonya dibatasi hingga 10 menit saja.

3. Streaming Video

Kalau di YouTube content creator bisa melakukan live streaming, di IGTV belum ada. Kalau mau melakukan live streaming, bisa dilakukan via fitur LIVE di Instagram; namun tidak bisa disimpan lebih dari 24 jam.

4. Iklan

Content creator di YouTube bisa mencari keuntungan melalui iklan di channel mereka, namun untuk saat ini di IGTV belum ada iklannya.

5. User Interface

Seperti yang sudah saya singgung di atas, User Interface dari YouTube tidak dirancang auto-playing seperti yang diterapkan pada IGTV.

6. Notifikasi video

Karena IGTV ini adalah fitur yang terintegrasi dengan Instagram, tentunya setiap kali ada video baru yang terupload; para followers akan segera mendapatkan notifikasi. Sedangkan kalau kita upload video baru di YouTube, tidak ada notifikasi ke sosial media mengenai hal tersebut (kecuali bila kita yang share atau embed URL video ke sosial media kita).

—————————————————————————————–

Sudah membuat video dengan serius tapi yang nonton sedikit? Tentu saja tidak semudah itu ya mengumpulkan followers organik dan mencari penonton channel IGTV kita. Kami merekomendasikan sahabat untuk memaksimalkan potensi akun Instagram sahabat, dengan melakukan cara-cara berikut:

1. Belajar menerapkan ilmu memperoleh followers organik lewat BUKU Instagramarketing. Buku Instagramarketing adalah buku yang ditulis oleh tim Lunaria sebagai manual book untuk mengembangkan sebuah akun Instagram. Mau lihat testimoninya? Silahkan cek di www.instagramarketing.id

2. Belajar langsung dengan mengikuti KELAS OFFLINE Instagram organik. Di kelas ini sahabat akan belajar mengenai cara mendapatkan follower organik dan penjualan di Instagram dengan cara organik tanpa mengeluarkan modal uang sedikit pun. Cek info dan testimonial orang yang sudah mengikuti di www.instagramarketing.id/kelas

3. Cara terakhir ini mungkin merupakan cara yang termudah untuk sahabat yang ingin hasil akhir yang baik. Yaitu dengan menggunakan jasa pengelolaan Instagram oleh Lunaria Studio yang dapat sahabat lihat di https://lunariastudio.com/services/

 

Pin It on Pinterest

Bagikan Artikel

Bagikan artikel ini dengan temanmu!