Whatsapp : 0897 04100 89 [email protected]

Selain cara untuk mendapatkan follower, satu hal yang sering ditanyakan adalah tentang proses follow dan unfollow dalam kondisi seperti ini :

  • “Saya adalah startup baru, tapi saya ingin angka following saya rendah.”
  • “Apakah ok untuk follow akun lain dan berharap agar akun tersebut follow back akun saya?”
  • “Saya tidak suka  jika ada seseorang yang melakukan unfollow terhadap akun saya.”

 

Angka following rendah

Biasanya hal ini ingin ditiru oleh startup-startup baru karena mereka melihat akun-akun yang lebih “terkenal” atau yang sudah berjalan agak lama. Menurut mereka, dengan angka following rendah, sebuah akun terlihat lebih kredibel. Apakah betul? Hal ini berkaitan dengan cara promosi. Mari kita lihat 2 skenario berikut :

1. Bisnis yang mempunyai tempat fisik

storeExample

Toko fisik

Satu hal yang sangat mempengaruhi jika Anda ingin angka following rendah adalah adanya tempat fisik. Anggap seseorang mempunyai sebuah tempat makan dan ingin melakukan promosi lewat media sosial. Tentunya pertama kali, yang  harus dilakukan adalah pemasaran terhadap tempat fisik yang ada. Ketika tempat tersebut ramai, biasanya pemilik melakukan promosi ke media sosial mereka dengan cara : follow kami, dapatkan free 1 kentang goreng. Dengan cara-cara seperti ini, tentu saja angka following akun media sosialnya rendah karena promosi yang dilakukan adalah terhadap tempat fisik yang kemudian ‘diubah’ ke akun media sosial.

2. 100% Promosi bisnis melalui media sosial yang mempunyai atau tidak mempunyai tempat fisik

Full media sosial

Full media sosial

Melakukan promosi selain dari media sosial, contoh : iklan koran, iklan TV, iklan radio, iklan majalah, banner, spanduk, baliho, dsb membutuhkan modal yang cukup besar. Tentunya pada jaman sekarang, promosi yang pertama kali dipikirkan adalah melalui media sosial, karena biaya yang diperlukan sangat minim.

Nah kembali ke pertanyaan sebelumnya, bagaimana cara mendapatkan follower? Pada artikel tersebut diberikan informasi-informasi bagaimana cara membuat konten yang baik. Yang kemudian diharapkan bahwa konten-konten tersebut dapat menarik orang-orang lain untuk follow akun Anda.

ibarat sebuah restoran, Anda telah membuat makanan-makanan yang sangat lezat. Tersisa cara bagaimana menarik orang-orang untuk berkunjung ke restoran Anda.

Bagaimana caranya? Nomor #5 pada artikel tersebut memberikan info bahwa pemasaran dari mulut ke mulut sangat membantu. Dimulai dari teman dekat dan keluarga. Tetapi bagaimana dengan orang lain? Cara pertama yang dapat ditempuh dan sangat masuk akal adalah dengan melakukan follow, like atau comment akun lain yang sepertinya mempunyai minat tinggi terhadap makanan yang Anda buat.

ibarat sebuah restoran, setelah menyajikan makanan-makanan lezat,  Anda harus melakukan promosi seperti menyebarkan pamflet, dsb. Agar orang lain selain kerabat dan keluarga dapat mengetahui restoran Anda.

Apakah hal tersebut tergolong spamming? Untuk comment mungkin iya. Diibaratkan lagi seperti tele marketing yang sering dilakukan oleh pihak kartu kredit. Tentu saja itu adalah spamming. Tetapi cara tersebut masih tergolong cara yang sangat efektif untuk pemasaran suatu bisnis 🙂

Dengan penjelasan-penjelasan diatas, tampak masuk akal jika suatu akun sosial media mempunyai sedikit jumlah following. Dapat diasumsikan, aku atau bisnis tersebut mempunyai tempat fisik.

Sedangkan bisnis yang 100% online hanya lewat media sosial, sangat tidak memungkinkan jika jumlah following rendah, apalagi bersih keras ingin dibawah angka 10. Kecuali Anda mempunyai website dengan SEO yang baik atau mempunyai usaha-usaha pemasaran lainnya  yang diarahkan ke akun media sosial Anda.


Adakah yang Salah dengan Tindakan Unfollow

Tindakan unfollow sering disalahartikan sebagain tindakan tidak menghormati, dengan apapun alasannya. Mari kita lihat data fakta berikut :

  • Maksimum suatu akun untuk follow akun lainnya adalah 7.500 akun.
  • Maksimum follower suatu akun adalah tidak terbatas.

Dilihat dari sisi startup

Alasan startup melakukan follow akun-akun lain adalah untuk melakukan proses pemasaran. Tetapi karena maksimum following adalah 7.500, otomatis tindakan unfollow harus dilakukan.

Dilihat dari sisi follower

User #1 : Saya follow seseorang untuk event tertentu dan unfollow ketika event itu berakhir, karena informasi yang ada sudah tidak lagi relevan.

User #2 : Posting yang dilakukan terlalu banyak, 5-10 post tiap 10 menit sangat mengganggu.

User #3 : Saya melakukan unfollow karena konten bersifat melakukan penjualan terus menerus dan informasi yang diberikan selalu sama.

User #4 : Jika tidak ada interaksi yang terjadi, saya melakukan unfollow.

User #5 : Suatu akun yang berhenti posting selama berbulan-bulan akan saya unfollow.

Sumber : Business Grow

Fokuslah pada konten yang baik dan jika konten tersebut dirasa menghibur atau berguna, follower akan tetap follow Anda apapun tindakan yang Anda ambil. Intinya ada pada konten dan cara Anda melakukan pemasaran media sosial. Selama konten Anda tidak memberi nilai plus, apapun tindakan yang Anda ambil (follow atau unfollow akun lain),  pengguna lain akan tetap melakukan unfollow.

Bagaimana menurut Anda? Apakah proses follow dan unfollow masih seluruhnya berdampak negatif? Silahkan memberikan komentar dibawah
Hubungi Kami

Pin It on Pinterest

Bagikan Artikel

Bagikan artikel ini dengan temanmu!