Whatsapp : 0897 04100 89 [email protected]

Konten merupakan hal terpenting dalam proses pemasaran media sosial. Entah berupa gambar ataupun artikel, konten harus mempunyai arti, makna, dan misi. Jika Anda belum memutuskan media sosial yang akan digunakan, silahkan memilih terlebih dahulu media sosial yang cocok untuk produk Anda.

Pertama-tama, mari membahas tentang hard selling dan soft selling. Tipe pemasaran ini yang nantinya akan mempengaruhi cara pembuatan konten.

Hard Selling

Contoh hard selling

Contoh hard selling

Tipe pemasaran langsung yang biasanya bersifat menekan dan agak memaksa. Contoh : diskon 50% untuk 5 pembeli pertama, diskon 50% berlaku selama 1 jam, dsb.

Keuntungan hard selling :

  • Waktu yang dibutuhkan untuk terjadi proses penjualan (closing) terjadi sangat cepat. Dengan memberikan limitasi waktu, tipe pemasaran ini mendesak seseorang agar harus segera bertindak. Seseorang yang boros dan kurang mempunyai rencana biasanya rentan akan proses pemasaran ini.

Kerugian hard selling :

  • Sering kali tipe ini dianggap tidak mengindahkan orang lain. Penyedia produk hanya fokus untuk menghasilkan keuntungan tanpa memberikan info yang jelas apa manfaat yang didapatkan setelah melakukan pembelian.
  • Tidak bertahan lama. Seseorang yang terdesak dan akhirnya membeli akan menimbulkan perasaan menyesal. Dengan kemungkinan besar orang tersebut tidak akan kembali ke penyedia produk.

Soft Selling

Tipe pemasaran ini tidak pernah menunjukkan harga ataupun diskon, tetapi lebih kepada makna yang terkandung dibalik konten. Contoh : pada sebelah kiri Anda akan melihat contoh soft selling yang dilakukan oleh AirAsia (Instagram). AirAsia jarang sekali melakukan posting konten yang bersifat promosi. Konten mereka bersifat mengajak, “mari berlibur” atau melakukan kontes foto liburan.

Contoh soft selling

Contoh soft selling

Keuntungan soft sellling :

  • Lebih dapat diterima. Tipe pemasaran ini lebih halus. Tidak bersifat memaksa. Seperti contoh AirAsia, dengan mengajak seseorang untuk berlibur akan menimbulkan perasaan ingin berpergian. Dengan harapan tiket berlibur dibeli dari AirAsia.
  • Efek pemasaran lebih lama. Karena tidak bersifat agresif, biasanya bersifat menghibur dan mengajak (gambar-gambar indah, kontes, giveaway), tipe pemasaran ini secara tidak sadar akan mudah dan lebih lama diingat.

Kerugian soft selling :

  • Membutuhkan waktu yang lebih lama. Karena tidak memberi batasan waktu, proses penjualan dengan cara ini bersifat menunggu. Dengan menimbulkan rasa ‘cinta’ sedikit demi sedikit dan bergantung pada hal tersebut untuk menjual produk yang ada.

Tipe Apa yang Seharusnya Dipilih

Kedua tipe penjualan atau pemasaran yang telah dibahas mempunyai keuntungan dan kerugian masing-masing. Pilihan yang terbaik adalah dengan menggunakan dua tipe tersebut bersamaan dengan komposisi dan waktu yang berbeda.

• Bisnis tahap awal

Ketika suatu bisnis baru berjalan, tipe pemasaran yang sebaiknya diambil adalah tipe soft selling. Dengan tujuan untuk mengembangkan kesadaran masyarakat akan produk (merk) Anda. Memang memerlukan waktu yang lebih lama tetapi produk anda akan lebih teringat untuk jangka waktu yang lebih panjang.

• Bisnis pada saat berjalan

Tentunya tujuan utama bisnis adalah untuk mendapatkan keuntungan. Dengan hanya menggunakan tipe soft selling, keuntungan yang didapat tentunya tidak dapat maksimal. Setelah dirasa terjadi interaksi yang cukup dan sudah banyak orang yang mengenal produk Anda (misal : satu kota), hard selling dapat dilakukan. Contoh : Memberikan diskon untuk jangka waktu tertentu.

• Bisnis tahap lanjutan

Jika bisnis Anda sudah dikenal secara luas, komposisi soft selling dan hard selling dapat diubah. Yang tadinya soft 80%- hard 20%, sekarang dapat diubah 50%-50%.

Setelah konten ditentukan, pertanyaan selanjutnya adalah, kapan sebaiknya konten tersebut diposting.


Untuk cara pembuatan konten dengan pembahasan yang lebih dikhususkan kepada cara pengambilan foto atau keindahannya, dapat membuka artikel ini : Rahasia Foto Produk Media Sosial


Bagaimana menurut Anda?

Contact Us

Pin It on Pinterest

Bagikan Artikel

Bagikan artikel ini dengan temanmu!