Whatsapp : 0897 04100 89 [email protected]

Maret 2016 kita banyak “dihantu-hantui” dengan algoritma baru dari Instagram. Berita ini terkesan mempunyai dampak jelek karena media memberitakan fitur ini sebagai fitur yang akan mengubah cara kerja algoritma Instagram.

Ya, memang perubahan selalu tidak menyenangkan. Tapi apakah perubahan ini se-seram yang Anda kira? Yuk simak cara kerja algoritma baru Instagram dari Techinsider :

 

Status relationship antara Anda dengan orang yang melakukan posting (individu atau perusahaan) :

Jika Anda sering memberikan interaksi (like atau comment), Instagram akan mengetahui kebiasaan ini dan Anda akan lebih sering melihat konten dari orang tersebut.

 

Pemilihan waktu :

Instagram sebelumnya menampilkan foto dengan susunan yang berurutan (sesuai jam posting). Apakah dengan algoritma baru ini, susunan akan berbeda total menjadi acak-acakan? Tidak! Konten akan tetap ditampilkan berurutan sesuai dengan jam posting.

 

Like dan comment :

Walaupun juru bicara Instagram mengatakan bahwa nantinya algoritma ini bukan melulu hanya sebagai konten popularitas (hanya user-user yang populer saja yang banyak ditampilkan), tapi jumlah interaksi pasti juga akan dikalkulasi.

Tapi tidak karena Anda mem-follow Taylor Switf dan sebuah kontennya mendapatkan 2 juta likes kemudian konten Taylor akan berada di puncak Instagram feed Anda terus menerus.

 

Direct Shares :

Instagram akan melihat konten apa yang Anda bagikan ke teman lain. Karena Anda menganggap konten tersebut menarik, hal ini akan memberikan efek bagaimana feed Anda diatur.

 

Pencarian profil :

Jika Anda melakukan pencarian terhadap seorang aktris, misal nya Isyana Sarasvati. Ini merupakan sebuah “tanda” bagi Instagram bahwa Anda berminat dengan konten dari pengguna tersebut.


 

Banyak kebiasaan-kebiasaan kita akan dicatat oleh Instagram untuk menentukan “preferensi” Anda. Asiknya lagi, hal yang sama juga kami terapkan untuk mengetahui preferensi seseorang sehingga Lunaria Studio dapat “mencolek” dan menawarkan jasa atau produk klien.

Ternyata tidak ada sesuatu yang mengagetkan bagi kami. Bisa jadi karena istilah-istiliah yang dipakai sangat asing dan digabung dengan kepanikan media tentang cara pemberitaannya yang mengakibatkan “perubahan” ini sepertinya bombastis sekali. Bagaimana algoritma baru ini mempengaruhi Anda?

Pin It on Pinterest

Bagikan Artikel

Bagikan artikel ini dengan temanmu!