Whatsapp : 0897 04100 89 [email protected]

Media sosial merupakan daya tarik utama bagi para pengusaha untuk menyebarkan bisnis mereka. Seperti “tools” pada umumnya, jika salah menggunakan, hasil yang didapat tidak akan maksimal, atau bahkan dapat memberikan dampak negatif bagi pengusaha tersebut.

Berikut 5 kesalahan fatal penjual yang sering dilakukan :

1. Tidak Mencantumkan Contact Person / Nomor Telepon / Menggunakan Kontak yang Tidak Umum Digunakan

bingungkontak

Suatu hal yang sangat mendasar, tapi masih banyak pengusaha yang melakukan hal ini. Alasan utama adalah :

Kan mereka bisa cari sendiri di google?

Memang benar, dunia sudah modern, dengan google, kita dapat mengetahui nomor telepon dari suatu penyedia produk atau jasa. Tetapi tujuan utama menyantumkan informasi contact person adalah untuk menyingkat waktu, memudahkan pelanggan untuk take action pada saat itu juga tanpa merepotkan.

Menggunakan kontak yang tidak umum digunakan juga dapat menjadi masalah. Seperti penggunaan messenger bernama LINE. Tidak semua orang menggunakan ini. Tapi semua orang pasti mempunyai nomor telepon. Anda pasti pernah menemukan pengusaha yang mencamtumkan kontak menggunakan aplikasi yang tidak umum tanpa mencantumkan kontak lainnya (nomor telepon atau email).

2. Tidak Membalas Pertanyaan dan Komentar

carnsendiri

Untuk melakukan hal ini, pengusaha dituntut untuk mempunyai waktu yang cukup dan kesabaran tingkat tinggi. Mengapa? Karena kendala utama adalah pasar masyarakat Indonesia yang sebagian besar malas untuk membaca. Walaupun informasi mengenai bisnis kita sudah ditulis di profil ataupun deskripsi foto, masih saja ditanyakan.

Pertanyaan terpenting adalah : Apakah pertanyaan yang sama harus dijawab terus menerus?

YA !

Posisikan diri Anda sebagai pembeli, sebelum melakukan pembelian, apa yang Anda lakukan? Pasti Anda melihat foto suatu produk, ataupun membaca tanggapan-tanggapan penjual kepada pelanggan. Bayangkan jika Anda menemukan banyak sekali pertanyaan yang tidak dijawab dan akun media sosial Anda terkesan “sombong” ? Tentunya secara tidak sadar, akan menimbulkan perasaan ragu.

“Tidak ada waktu” merupakan alasan klasik. Waktu selalu ada, tetapi tidak ditata dengan baik dan tidak diluangkan dengan baik.

3. Tidak Aktif Dalam Mencari Pembeli

caripembeli

Survey yang telah dilakukan Lunaria semenjak tahun 2013 menunjukkan bahwa kendala utama pengusaha adalah mencarai pembeli dengan cepat, efisien, dan dengan biaya yang masuk akal. Memang iklan konvensional mempunyai dampak yang besar, tetapi memerlukan biaya yang sangat tinggi.

Sediakan waktu untuk mencari pembeli secara aktif! Jika akun usaha Anda menggunakan Instagram, silahkan download gratis buku panduan kami :

Rahasia Meningkatkan Penjualan Dalam 30 Hari Menggunakan Instagram

Berdiam diri dengan mengandalkan hashtag ataupun aplikasi penjadwalan pada media sosial tidak akan memberikan dampak yang besar, dikarenakan Anda belum mempunyai “penonton” yang banyak. Penonton atau orang yang berminat dengan produk Anda adalah hal yang sangat krusial untuk mengembangkan bisnis.

4. Tidak Melakukan Update Konten Secara Berkala

Tahukah Anda mengapa iklan diputar terus menerus, berulang-ulang selama satu masa tertentu? Agar para penonton atau pendengar ingat dan sadar bahwa ada produk atau jasa tersebut. Sama halnya dengan media sosial, agar merk Anda diingat, apa yang harus dilakukan? Tentunya dengan melakukan update konten secara berkala.

Lunaria menyarankan satu hari sekali adalah jumlah minimal yang harus dilakukan. Jumlah maksimum adalah tiga kali per hari. Jika dalam tujuh hari Anda tidak melakukan update konten, para penonton dapat lebih mudah melupakan merk Anda.

5. Tidak Mengikuti Peraturan Media Sosial

Tim Lunaria tidak bosan untuk mengingatkan Anda pentingnya mengikuti peraturan media sosial. Juni 2015 kami melakukan survey terhadap 42 pengusaha yang menggunakan media sosial yang pernah mengalami penghapusan akun. Hasilnya :

survey delete akun

Survey Lunaria Juni 2015 Kepada 42 Pengusaha yang Pernah Mengalami Penghapusan Akun Media Sosial

Dari 42 pengusaha, hanya 9 orang yang sadar bahwa yang mereka lakukan adalah melanggar ketentuan media sosial (tapi tetap dilakukan). 33 orang tidak sadar dan kaget bahwa ternyata action mereka melanggar ketentuan media sosial. Ingat bahwa peraturan media sosial tetaplah sebuah peraturan yang lambat laun pasti akan dilaksanakan.


Walaupun Anda merupakan penjual atau penyedia jasa, posisikan diri Anda menjadi pembeli. Kira-kira apa saja yang mereka butuhkan atau tanyakan. Berikan atau cantumkan solusinya di media sosial Anda. Jika belum berhasil, kesabaran adalah senjata utama dan senjata tersebut dapat menjadi sisi positif untuk kemajuan bisnis Anda.

Bagaimana pengalaman Anda selama ini?

Pin It on Pinterest

Bagikan Artikel

Bagikan artikel ini dengan temanmu!