Whatsapp : 0897 04100 89 [email protected]

Ada2 jenis kategori hashtag yang digunakan dalam dunia media sosial untuk keperluan berbisnis (mempromosikan produk atau jasa). Hashtag dengan kategori hard selling dan hashtag “soft selling” atau netral. Apa bedanya? (Klik disini jika Anda belum mengetahu perbedaan hardselling dan softselling). Berikut cara memilih hashtag yang baik :

Hashtag Hard Selling

Hashtag ini biasanya digunakan oleh para penjual saja. Contoh : #jualtas, #jualkaos, #tasmurah, #jualpulsa dan sebagainya.

Hashtag Soft Selling

Hashtag ini biasa digunakan oleh lebih banyak orang pada umumnya. Contoh : #tasransel, #lagiliburan, #makanpizza, #ngejazz, #makananorganik, dan sebagainya.

Tempatkan Diri Anda Sebagai Pembeli

Stop-ThinkingApakah perbedaan dari kedua tipe kategori hashtag tersebut sudah terlihat? Jika belum, mari kami bahas. Sebagai penjual, Anda harus mengerti sifat produk Anda dan kebiasaan pembeli yang Anda target.

Tempatkan diri Anda sebagai pembeli. Sebagai contoh, jika seorang pembeli mencari produk tas ransel dengan merk Lunaria, hashtag apa yang akan Anda gunakan untuk mencari produk tersebut? Apakah #tasranselmurah? #ransellunariamurah?  ataukah pembeli hanya mencari dengan hashtag #tasransellunaria?


Bagaimana Sifat Produk Anda?

#jualandroidmurah (sedang booming awal tahun 2015) vs #jualiphonemurah (iphone murah? Nipu nih kayanya)

#jualandroidmurah (sedang booming awal tahun 2015) versus #jualiphonemurah (iphone murah? Nipu nih kayanya)

Disisi lain, ada sejumlah orang yang beranggapan bahwa dengan menggunakan hashtag hard selling seperti yang disebutkan diatas, kondisi barang terkesan mempunyai kualitas rendah. Untuk barang fast moving dengan biaya relatif rendah (Rp 20.000,- sampai dengan Rp 100.000,-), Anda dapat menggunakan hashtag hard selling dikarenakan kondisi pasarnya yang besar dan cocok (tentunya dengan jumlah kompetitor yang cukup signifikan).

Produk yang mempunyai kualitas bagus dengan harga yang tinggi lebih baik menggunakan hashtag dengan tipe soft selling. Mengapa? Untuk menghilangkan kesan kualitas rendah.

Kompetitor

Sekarang Anda telah memutuskan untuk menggunakan hashtag #jualtasransel. Tahukah Anda bahwa maksimum hashtag yang dapat digunakan untuk satu post di Instagram adalah 30 buah? Jumlah hashtag pada Twitter juga terbatas pada jumlah tweet sebanyak 140 karakter. Maka dari itu, Anda harus menggunakan hashtag yang benar-benar berkualitas yang mempunyai pesaing lebih sedikit.

Hashtag dengan banyak kompetitor

Hashtag dengan banyak kompetitor

Dengan menggunakan hashtag #jualtasransel, kompetitor Anda adalah 53.000 post. Anda dapat mencari tahu seberapa sering hashtag ini digunakan agar post Anda tidak “tenggelam” tertimbun oleh post lainnya yang bukan milik Anda (coba cek #tokoonline dan bandingkan seberapa banyak kompetitor Anda jika hashtag tersebut berencana Anda pakai).

Gampang nih! Saya post aja banyak foto-foto dengan hashtag berlainan, toh lambat laun banyak orang akan mengenal toko saya.

Ingat, tujuan media sosial adalah untuk menghubungkan seseorang dengan orang lainnya. Jika Anda melakukan cara tersebut, tidak ada orang yang akan menjadi follower Anda. Mulailah membangun kredibilitas Anda di dunia media sosial dengan cara sebagai berikut :

Bangunlah komunitas yang baik dan saling mendukung

Ciptakanlah konten yang menarik (juga dapat dilakukan hanya dengan menggunakan smartphone)

Kenali produk dan target pasar Anda. Jangan lupa untuk bersabar.

Hashtag Unik / Spesifik

Ada 2 sifat pembeli pada umumnya. Pembeli yang mempunyai banyak waktu untuk mencari barang keinginannya dan pembeli yang menggunakan hashtag spesifik (dengan harapan dapat mempercepat barang yang dicari). Bagaimana maksudnya?

Menggunakan  hashtag unik mempunyai keuntungan tersendiri

Menggunakan hashtag unik mempunyai keuntungan tersendiri

• Pembeli yang sabar dan mempunyai banyak waktu biasanya mencari produk menggunakan hashtag yang lebih umum, contoh : #jualtasransel. Semakin banyak post yang tampil, mereka berharap semakin banyak pula macam-macam produk yang dapat saya pilih.

• Tipe kedua adalah pembeli yang langsung menggunakan hashtag unik dan spesifik. Contohnya #tasranselmerah. Mereka berharap cara ini dapat mempercepat hasil pencarian dan langsung membawa mereka ke produk-produk tas ransel yang hanya berwarna merah saja (spesifik)

Saran dan Kesimpulan

Pelajari lagi sifat dari produk Anda dan siapa saja yang biasanya mencari atau menggunakan produk tersebut. Gunakanlah hashtag hard selling jika produk Anda merupakan produk fast moving dengan sifat pembeli yang bersabar mencari produk yang sesuai.

Jika sifat produk Anda merupakan produk elegan berkualitas tinggi, harga tinggi, dan dengan pembeli golongan menengah ke atas, gunakanlah hashtag soft selling.

Jangan lupa menyisakan tempat untuk hashtag yang bersifat lebih spesifik karena apapun sifat pembeli Anda, pasti ada sebagian dari mereka yang lebih suka menggunakan hashtag spesifik dikarenakan membutuhkan waktu yang lebih singkat untuk menemukan produk yang mereka cari.

 Bagaimana menurut Anda? Apa yang sebelumnya Anda pertimbangkan ketika memilih hashtag-hashtag pada sebuah post yang Anda buat? Mari berbagi menggunakan bagian komentar dibawah.

Sebarkan Bisnis Sahabat 5x Lebih Cepat

Masukkan email untuk bergabung dengan klien-klien Lunaria yang telah berhasil menyebarkan bisnis mereka dan menaikkan penjualan mereka 5x lebih cepat lewat media sosial (Instagram khususnya).

Terima kasih telah bergabung! Tunggu tips berikutnya dari kami!

Pin It on Pinterest

Bagikan Artikel

Bagikan artikel ini dengan temanmu!